Selasa, 11 Oktober 2016

Heboh Sang Pengganda Uang



IndoNewz.com – Polda Metro Jaya telah menetapkan Dimas Kanjeng Taat Pribadi sebagai tersangka atas kasus penipuan terhadap banyak orang. Modus yang digunakan oleh tersangka adalah iming-iming bahwa ia bisa melipat gandakan uang. Kasus ini pun mencuat dan menjadi viral di berbagai media, baik online, cetak, dan elektronik. Para korban yang merasa tertipu, satu per satu datang ke Polda Metro dan melaporkan Dimas Kanjeng karena sudah melakukan penipuan terhadap dirinya. Dan yang lebih fantastis adalah uang yang dititipkan oleh korban kepada Dimas kanjeng bahkan ada yang mencapai Rp 2 Miliar.

Hal ini pun sangat mengherankan banyak pihak. Pertanyaan yang muncul di masyarakat adalah “Kenapa mereka begitu mudah percaya dengan penipuan seperti itu?”. Padahal mereka berasal dari kalangan dengan pendidikan yang tinggi. Tapi  masih bisa tertipu dengan hal-hal semacam itu.

Menurut psikolog sosial Universitas Airlangga Ahmad Chusairi, pernah mengatakan bahwa ada faktor-faktor yang membuat praktik penipuan ini mudah dilakukan. Pertama, masyarakat mudah percaya dengan iming-iming jadi kaya dalam waktu singkat. Kedua, masih banyak masyarakat Indonesia yang berpikir irasional (di luar akal sehat). Ketiga, masyarakat Indonesia masih berpedoman kepada hal-hal yang berbau mistik. Chusairi beranggapan fenomena ini juga dikarenakan tingkat kemajuan dan pendidikan masyarakat yang masih belum merata.

Sebenarnya kasus penipuan seperti ini sudah bukan hal yang baru. Telah banyak masyarakat yang menjadi korban penipuan dengan modus bisa melipat gandakan uang. Yang menjadi korban penipuan ini bermacam-macam, mulai dari rakyat kalangan rendah sampai kalangan artis dan pejabat. Mereka berbondong-bondong datang ke Padepokan Dimas Kanjeng yang ada di Dusun Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

Padepokan Dimas Kanjeng ramai dikunjungi masyarakat
Dalam kasus ini terbukti bahwa Dimas Kanjeng sama sekali tidak memiliki kemampuan ajaib seperti yang orang-orang ceritakan. Padahal kenyataan yang ia miliki adalah kemampuan membuat orang percaya bahwa ia bisa mempunyai kekuatan untuk melipat gandakan uang. Rekrutmen korban Taat Pribadi menyerupai multilevel marketing, di mana para korbannya mencari "pelanggan" lain untuk mempercayakan uangnya kepada Taat Pribadi. Dibawah ini adalah video yang mengungkap trik yang dilakukan olehDimas Kanjeng.untuk menipu para pengikutnya.

Selain dijerat kasus penipuan, Taat Pribadi diduga sebagai dalang di balik pembunuhan mantan santrinya bernama Abdul Ghani. Ghani merupakan mantan pengikut Taat Pribadi yang diduga mengetahui praktik penipuan yang dilakukan pemilik padepokan itu.

Source : detik.com


0 komentar:

Posting Komentar

 
close
Kalender Meja 2019