Kamis, 20 Oktober 2016

Bila Anak Punya Teman Khayalan



Foto by tinypic.com
IndoNewz.com – Memiliki banyak teman adalah keinginan setiap anak. Orang tua pun juga akan merasa senang bila si anak punya banyak teman. Tapi bagaimana bila teman si anak bukanlah wujud teman yang nyata? Atau disebut dengan teman khayalan. Apa yang harus dilakukan oleh orang tua terhadap kondisi anak seperti itu?

Pada umumnya teman khayalan ini hanya bisa dilihat oleh si anak sendiri dan tak bisa dilihat oleh orang lain. Jika anak memiliki teman khayalan, gejala yang kelihatan adalah anak akan berbicara atau bermain dengan teman khayalannya alias “sendiri”.

Menurut psikolog klinis anak, Vera Itabiliana, Psi, imaginary friend atau teman khayalan memang seringkali terjadi pada anak-anak. Hal ini masih dianggap wajar sampai si anak berusia 7 tahun. Tapi tetap orang tua harus mendorong anak untuk bersosialisasi juga secara nyata.

Dikutip dari Parent Dish, teman khayalan sebenarnya bisa menjadi cara yang baik bagi anak untuk mengekspresikan dirinya. Hal ini juga bisa membuat si kecil tidak kesepian atau sendiri karena ia merasa selalu memiliki teman. Tak ada salahnya orangtua mendengarkan pembicaraan anak dengan teman imajinasinya sehingga mengetahui bagaimana pemikiran anak serta emosional yang mungkin dialaminya.

Jika sampai usia dewasa, si anak masih memiliki teman khayalan bahkan cenderung lebih intens dalam berkomunikasi dan berperilaku, sudah sepatutnya orang tua merasa khawatir dan harus meminta pertolongan kepada yang sudah professional.

Source : detik.com

0 komentar:

Posting Komentar

 
close
Kalender Meja 2019