Jumat, 18 Januari 2019

Begini Tahapan Pembuatan SIM D Untuk Penyandang Disabilitas

Surat Ijin Mengemudi (Gambar by liputan6.com)
IndoNewz.com - Salah satu syarat untuk berkendara di jalanan adalah memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM). Memiliki SIM merupakan syarat yang wajib dipenuhi, tidak terkecuali untuk penyandang disabilitas. Kini penyandang disabilitas bisa memiliki SIM golongan D agar bisa berkendara di jalanan.

Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Seksi SIM Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar. Menurutnya proses pembuatan SIM untuk penyandang disabilitas tidak jauh berbeda dengan pembuatan SIM lainnya.

Proses yang dilakukan pun juga masih bersifat umum, mulai dari pendaftaran, identifikasi berkas, ujian teori, ujian praktik, hingga penerbitan SIM-nya. SIM D sendiri dibuat berdasarkan kompetensi seseorang dalam mengemudikan kendaraan bermotor, bukan dari fisiknya.

Fahri menambahkan kalau kendaraan untuk penyandang disabilitas adalah kendaraan bermotor khusus, biasanya motor roda tiga. Jadi lebar lokasi uji atau trek ujian praktiknya harus 1,5 kali dari lebar kendaraannya.

Namun bagi penyandang disabilitas yang masih mampu untuk mengemudikan kendaraan, masih boleh untuk menggunakan SIM A (untuk mobil) dan SIM C (untuk motor). 

Adanya SIM D untuk penyandang disabilitas ini sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), pada bagian bentuk dan penggolongan SIM. Di pasal 80 tertulis: Surat Izin mengemudi D berlaku untuk mengemudikan kendaraan khusus bagi penyandang cacat.

Lantas berapa biaya untuk membuat SIM bagi penyandang disabilitas? Fahri mengatakan, biaya pembuatan SIM D baru maupun perpanjangan sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 60 tahun 2016 tentang tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Biaya itu berbeda dari SIM golongan lain. Untuk SIM D bikin baru dan perpanjangan biayanya Rp50 ribu.

Saat ini sudah banyak penyandang disabilitas yang sadar kalau berkendara di jalan harus memiliki SIM. Maka tak heran jika sudah banyak yang memiliki SIM D ini yang membuat mereka bisa berkendara seperti masyarakat pada umumnya.

Sumber : viva.co.id

Tag : penyandang disabilitas, sim D untuk penyandang disabilitas, proses pembuatan sim D untuk penyandang disabilitas, syarat pembuatan sim D untuk penyandang disabilitas, harga pembuatan sim D untuk penyandang disabilitas, dasar hukum pembuatan sim D untuk penyandang disabilitas, indonewz, indonewz.com

Rabu, 16 Januari 2019

Duduk Terlalu Lama Bisa Menyebabkan Kematian, Benarkah?

Ilustrasi duduk lama di kantor (Gambar by feed.merdeka.com)
IndoNewz.com - Hidup di kota besar dengan jumlah penduduk yang padat dan mobilitas yang tinggi membuat rutinitas harian peduduknya juga ikutan padat. Rutinitas harian yang tinggi, seperti sekolah dan bekerja yang menghabiskan waktu hingga berjam-jam, membuat pelakunya melupakan pola hidup sehat. Bagi pelajar dan pekerja kantoran akan sering menghabiskan waktunya di tempat duduk. Menurut penelitian, duduk terlalu lama bisa menyebabkan masalah kesehatan hingga mengakibatkan kematian mendadak.

Untuk mengurangi resiko kematian mendadak, peneliti menemukan bahwa menukar setengah jam duduk dengan aktivitas fisik dapat mengurangi sepertiga resiko kematian mendadak. Sebuah studi dari Columbia University Irving Medical Centre, juga menjelaskan bahwa aktivitas fisik dengan intensitas rendah bisa menurunkan 17 persen resikonya. Sedangkan aktivitas dengan intensitas berat bisa menurunkan hingga 35 persen resikonya.

Dr Keith Diaz yang menjadi ketua peneliti dalam penelitian yang dilakukan sejak 2017 lalu menjelaskan bahwa umumnya manusia beristirahat selama 30 menit setelah seharian duduk. Lalu selama 30 menit itu, kita bisa melakukan beberapa aktivitas sederhana, seperti mengambil air minum, berjalan ke meja teman, pergi membeli makan atau minum dengan berjalan kaki, dan masih banyak lainnya.

Dr Keith Diaz juga berharap kalau aktivitas yang dilakukan itu, rutin untuk dikerjakan agar terasa manfaatnya. Pesan yang ingin ia sampaikan adalah setiap orang bisa melakukan pola hidup sehat meski melakukan pola hidup sedentari.

Pola hidup sedentari itu sendiri adalah kebiasaan-kebiasaan dalam kehidupan seseorang yang tidak banyak melakukan aktivitas fisik atau tidak banyak melakukan gerakan.

Kedepannya, Dr Keith Diaz dan timnya akan melakukan penelitian tentang resiko kardiovaskular yang terkait dengan kematian akibat terlalu banyak duduk.

Sumber : health.detik.com

Tag : banyak duduk, akibat banyak duduk, resiko banyak duduk, terlalu lama duduk, penyakit akibat terlalu lama duduk, kematian mendadak akibat terlalu lama duduk, resiko kematian mendadak akibat terlalu lama duduk, hubungan terlalu lama duduk dengan kematian mendadak, indonewz, indonewz.com

Kamis, 10 Januari 2019

Bantu Korban Tsunami Banten dan Lampung

Melalui kitabisa.com, Istana Yatim Yayasan Darul 'Ilmi Al-Fikri mengajak saudara sekalian untuk membantu para korban bencana tsunami di Banten dan Lampung.
IndoNewz.com - Tsunami Selat Sunda yang melanda Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12/2018) malam, membuat resah dan panik warga yang berada dikawasan tersebut. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut tsunami itu terjadi karena erupsi Gunung Anak Krakatau. Erupsi tersebut mengakibatkan longsor ke arah laut dan menimbulkan tsunami.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin (31/12/2018), jumlah korban meninggal berjumlah 437 orang. Korban luka-luka berjumlah 14.059 orang dan korban yang mengungsi sebanyak 33.721 orang.

Jumlah bangunan yang rusak berjumlah 2.752 rumah, 92 penginapan dan warung, 510 perahu dan kapal, serta fasilitas umum lainnya.

Begitu dahsyatnya gempa dan tsunami yang terjadi, membuat masyarakat ikut andil dalam memberikan sejumlah bantuan untuk para korban. Bantuan diberikan dari berbagai golongan masyarakat berupa, sembako, pakaian, selimut, makanan, tenda, dan minuman.

Melalui kitabisa.com, Istana Yatim Yayasan Darul 'Ilmi Al-Fikri Cireundeu, Tangerang Selatan mengajak saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk ikut membantu korban bencana tsunami Banten dan Lampung.

Alhamdulillah bantuan tahap pertama yang diberikan dari para donatur sudah kami salurkan pada Rabu (9/1/2019) kemarin. Bantuan berupa sembako, mi instant, air mineral, susu, dan lainnya sudah diterima langsung oleh para korban di Balai Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Istana Yatim Yayasan Darul 'Ilmi Al-Fikri juga masih terus membuka dan menerima bantuan yang diberikan dari para donatur untuk korban bencana tsunami Banten dan Lampung. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk bantuan yang sudah diberikan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi kami di :

SMS atau WhatsApp di nomor 0856-9588-0100
Twitter : @istanayatim
Facebook : Istana Yatim
Instagram : istana_yatim
Playstore : Istana Yatim

Berikut adalah dokumentasi penyerahan bantuan untuk korban bencana tsunami di Banten dan Lampung.










Sumber : indonewz.com

Tag : bencana tsunami banten dan lampung, istana yatim, yayasan darul ilmi alfikri, cirendeu, tangerang selatan, istana yatim peduli tsunami banten dan lampung, istana yatim berikan bantuan korban tsunami banten dan lampung, indonewz, indonewz.com

 
close
Kalender Meja 2019