Selasa, 07 Februari 2017

Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional Demi Terwujudnya Swasembada Pangan

Illustrasi ketahanan pangan nasional (Foto by sapamedia.co.id)
IndoNewz.com - Perhatikan cuplikan video Koes Plus 'Kolam Susu' berikut ini :

Source : youtube.com

Bila diperhatikan liriknya, "kail dan jala cukup menghidupimu" dan "tongkat kayu dan batu jadi tanaman", membuktikan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Lautannya yang melimpah akan ikannya dan tanahnya yang subur, sangat bagus untuk pertanian.

Namun sepertinya lirik pada lagu itu berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada saat ini. Tengok saja bagaimana Indonesia masih bergantung dengan kebutuhan pangan dari negara tetangga. Contohnya adalah beras yang masih harus impor dari negara tetangga.

Padahal seharusnya Indonesia sudah bisa memproduksi beras sendiri. Namun karena beberapa masalah yang sering terjadi, seperti komoditi pangan yang masih bersifat musiman karena dipengaruhi oleh faktor cuaca, komoditi pangan yang mudah rusak, lahan produksi petani yang terbatas, sarana dan prasarana pertanian yang kurang memadai membuat kebutuhan pangan nasional masih kurang, imbasnya harus melakukan impor.

Menanggapi hal itu, pemerintah pun terus mengupayakan kebijakan ketahanan pangan. Untuk bisa mewujudkan kebijakan ketahanan pangan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian menggandeng TNI, khususnya Angkatan Darat untuk membangun ketahanan pangan di Indonesia. Hingga pada akhirnya Indonesia mampu untuk berswasembada pangan.

Selain itu, banyak juga pelaku-pelaku bisnis saat ini yang mulai melirik usaha dalam bidang pertanian. Dengan memanfaatkan tanah-tanah yang selama ini dinilai kurang produktif, para pelaku usaha pertanian mulai mengajak para petani lokal untuk bangkit dari keterpurukan pangan.

Diharapkan dengan adanya usaha pertanian ini, selain bisa meningkatkan kesejahteraan warga sekitar lokasi pertanian, kebijakan pemerintah pun juga bisa tercapai dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan untuk masyarakatnya. Masyarakatnya jadi bisa menjadi masyarakat yang produktif dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya.

Salah satu pelaku usaha di bidang pertanian ini adalah Yayasan Darul 'Ilmi Al-Fikri yang membuka usaha dengan nama "Istana Farm". Usaha ini merupakan bagian dari sedekah produktif yang di berikan oleh para donatur. Sedekah produktif adalah sedekah yang tidak langsung habis dibagikan untuk fakir miskin, dhuafa, yatim, dan target-target sedekah lainnya.

Sedekah produktif Istana Yatim, Yayasan Darul 'Ilmi Al-Fikri
Dana sedekah yang saudara berikan akan dijadikan banyak hal produktif terlebih dahulu. Lalu diputar dulu untuk kegiatan-kegiatan usaha dengan harapan jumlahnya juga membesar, jauh lebih besar dari jumlah sedekah awal. Sedekah tersebut akan digerakkan, diputar, diusahakan, sehingga manfaatnya pun bisa menjadi jauh lebih besar, terus menerus bergulir dan bertambah.

Sedekah Produktif Anda dapat disalurkan melalui rekening :

1. BCA : 8800-454-744
2. BNI : 021-763-7466
3. BRI : 0524-01-000215-30-2
4. MANDIRI : 101-00-0608805-6
5. CIMB Niaga Syariah : 528.01.000.59.009

a/n Yayasan Darul Ilmi Al Fikri

Website : Istana Yatim
Twitter : @istanayatim
Facebook : Istana Yatim

Sumber : redaksi IndoNewz.com

Tag : sedekah produktif, istana farm, ketahanan pangan, swasembada pangan, usaha pertanian, indonewz, indonewz.com

0 komentar:

Posting Komentar

 
close
Kalender Meja 2019