Senin, 06 Maret 2017

Terkait Tudingan Persekongkolan, Malaysia Usir Dubes Korut

Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak (Foto by forbes.com)
IndoNewz.com - Kasus pembunuhan Kim Jong Nam saat sedang berada di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia membuat hubungan bilateral Korea Utara dan Malaysia memburuk. Alasannya Korea Utara membantah kalau warga negaranya yang tewas itu adalah Kim Jong Nam saudari tiri Presiden Korea Utara Kim Jong Un.

Seperti yang diketahui Kim Jong Nam tewas di racun menggunakan gas beracun VX. Pemerintah Korea Utara justru menuduh kalau Pemerintah Malaysia sedang melakukan persekongkolan dengan pihak Korea Selatan yang tak lain adalah musuh bebuyutan Korea Utara. Korea Utara tidak percaya dengan penyelidikan yang dilakukan oleh pihak Malaysia.

Akibat tudingan itu, pihak Malaysia pun meradang dan tidak akan menunggu permohonan maaf dari Korea Utara. Kementerian Luar Negeri Malaysia pun langsung mengeluarkan pernyataan persona non grata. Pemerintah Malaysia pun mengusir Duta Besar Korea Utara, Kang Chol pada Sabtu (4/3/2017) lalu.

Sikap Malaysia yang marah kepada Korea Utara semakin dipertegas dengan pemanggilan pulang Dubes Malaysia yang ada di Pyongyang. Selain itu kebijakan bebas visa antara kedua negara telah resmi dicabut. Hubungan baik yang terjalin sejak tahun 1970-an akhirnya memburuk.

Ketika ditanya oleh para wartawan mengenai kemungkinan Korea Utara akan meminta maaf, Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak mengatakan kalau saat ini pemerintah Malaysia tidak mendapatkan apapun dan tidak mengharapkan apapun dari pemerintah Korea Utara. 

Dubes Korut Kang Chol akan terbang ke Beijing, China sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Pyongyang, Korea Utara pada Senin (6/3/2017).

Sumber : news.detik.com

Tag : pemerintah malaysia, pemerintah korea utara, kim jong nam, dubes korut kang chol, pm malaysia najib razak, indonewz, indonewz.com

0 komentar:

Posting Komentar

 
close
Kalender Meja 2019