Sabtu, 05 Agustus 2017

Alasan Penggunaan Dumolid Harus Sesuai Dengan Resep Dokter

Dumolid yang berisi Nitrazepam (Foto by vemale.com)
IndoNewz.com - Kasus penggunaan narkoba di kalangan artis sepertinya tak ada habisnya. Baru-baru ini Polres Metro Jakarta Selatan menangkap pasangan artis Tora Sudiro dan Mieke Amalia di rumahnya di kawasan Ciputat pada Kamis (3/8/2017) lalu. Dari penangkapan itu, polisi mengamankan barang bukti 30 butir psikotropika.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh polisi, Tora Sudiro dinyatakan sebagai tersangka dan telah ditahan. Sedangkan untuk Mieke Amalia, dirinya dibebaskan dan dipulangkan ke pihak keluarga agar menjalani rehabilitasi karena dirinya terbukti menggunakan psikotropika dumolid.

Lalu sebenarnya apa itu dumolid, psikotropika yang digunakan oleh pasangan Tora dan Mieke? Menurut Kepala Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) di Lido, Dokter Yoland menjelaskan kalau Dumolid berisi Nitrazepam.

Nitrazepam sendiri merupakan obat penenang golongan Benzodiazepine. Obat golongan itu sering kali digunakan untuk mengatasi gangguan tidur, depresi kecemasan berat, serta gangguan panik dan penggunaannya pun harus sesuai dengan resep dokter. Dumolid termasuk ke dalam obat penenang dan sering kali disalahgunakan dan dianggap sebagai obat tidur.

Penggunaan obat ini secara terus menerus dapat menyebabkan kecanduan. Oleh karenanya penggunaan obat itu harus berada di bawah pengawasan langsung dokter. Penggunaan dumolid tanpa pengawasan dari dokter bisa terjerat Undang-Undang Psikotropika Nomor 5 Tahun 1997 dan dapat dipenjara dengan durasi minimal empat tahun.

Penggunaan dumolid secara berlebihan dan dengan dosis yang tinggi dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya. Efek yang ditimbulkan dari dumolid seperti depresi, gangguan emosi, mengantuk berlebihan, gangguan koordinasi dan berbicara, bingung atau disorientasi, gangguan konsentrasi dan memori, penurunan pada tekanan darah, dan penurunan pada frekuensi nafas.

Jika si pengguna sudah kecanduan, satu-satunya cara untuk menyembuhkannya adalah dengan konsultasi ke dokter. Setelahnya dokter akan menurunkan dosis yang digunakan, tapi tidak sekaligus melainkan secara bertahap. Selanjutnya diperlukan rehabilitasi dalam jangka waktu yang panjang.

Rehabilitasi yang dilakukan akan menggunakan pendekatan TC atau Therapeutic Community. Dengan cara itu, lingkungan akan bisa mendukung usaha dalam menghentikan kecanduan yang dialami oleh pasien.

Sumber : bidhuan.id

Tag : tora sudiro dan mieke amalia, narkoba dan psikotropika, psikotropika dumolid, apa itu dumolid, efek samping dumolid, bahaya penggunaan dumolid, dumolid harus dengan resep dokter, indonewz, indonewz.com

0 komentar:

Posting Komentar

 
close
Kalender Meja 2019