Selasa, 22 Agustus 2017

Pro dan Kontra Dibalik Pembatalan Wacana Pembangunan Apartemen Anggota DPR

Wacana pembangunan apartemen untuk anggota DPR dibatalkan (Foto by voaindonesia.com)
IndoNewz.com - Salah satu fasilitas yang dimiliki oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ialah rumah dinas. Saat ini rumah dinas yang berada di kawasan Kalibata dan Ulujami, jarang digunakan oleh sebagian anggota dpr. Alasannya pun beragam, seperti jauh dari tempat kerja dan macet pula.

Oleh karenanya, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengusulkan pembangunan apartemen untuk anggota DPR. Rencananya lokasi untuk pembangunan apartemen adalah di lahan bekas Taman Ria Senayan. Alasan pemilihan lokasi itu dianggap dekat dengan tempat kerja anggota DPR. Apartemen itu nantinya akan menggantikan rumah dinas yang ada di Kalibata dan Ulujami.

Wacana pembangunan apartemen untuk anggota DPR muncul seiring dengan usulan penambahan anggaran DPR sebesar Rp 5,7 triliun. Nantinya sebagian uangnya akan digunakan untuk pembangunan apartemen yang masuk dalam proyek penataan kawasan parlemen.

Seusai wacana pembangunan apartemen anggota DPR bergulir di masyarakat, pro dan kontra mengiringi wacana tersebut. Masyarakat dengan tegas menolak wacana tersebut karena dianggap sebagai pemborosan anggaran. Ada lagi yang beranggapan kalau anggota DPR sebaiknya bekerja dulu secara maksimal, jangan hanya mikirin fasilitas saja.

Selain di masyarakat, pro dan kontra terhadap wacana pembangunan apartemen anggota DPR juga terjadi diantara fraksi-fraksi yang ada di dalamnya. Sebagian besar fraksi menolak wacana tersebut karena kata 'apartemen' memiliki konotasi yang mewah, sehingga tidak sesuai dengan keadaan ekonomi masyarakat saat ini.

Kini setelah menuai pro dan kontra, wacana pembangunan apartemen untuk anggota DPR pun dibatalkan. Ketua DPR Setya Novanto angkat bicara mengenai wacana tersebut. Dirinya sudah menemui Fahri Hamzah dan berbicara panjang lebar bahwa keputusannya anggota DPR akan tetap menggunakan rumah dinas di Kalibata dan Ulujami.

Menurut Setya Novanto, jika pembangunan apartemen dilanjutkan, maka akan ada proses pengembalian rumah dinas dan prosesnya akan rumit. Maka dari itu, gunakan saja apa yang sudah ada sekarang.

Sumber : news.detik.com

Tag : apartemen anggota dpr, wacana pembangunan apartemen anggota dpr, fahri hamzah usulkan pembangunan apartemen anggota dpr, wacana pembangunan apartemen anggota dpr dibatalkan, wacana pembangunan apartemen anggota dpr ditolak, pro dan kontra wacana pembangunan apartemen anggota dpr, indonewz, indonewz.com

0 komentar:

Posting Komentar

 
close
Kalender Meja 2019