Senin, 04 Februari 2019

Syarat Pemberian MPASI Pada Bayi Yang Perlu Ibu Ketahui

Ilustrasi makanan pendamping ASI bagi bayi. (Gambar by hellosehat.com)
IndoNewz.com - Memiliki seorang anak merupakan hal yang paling membahagiakan untuk orang tua. Sebisa mungkin orang tua akan memberikan yang terbaik untuk buah hatinya, termasuk makanan. Makanan yang sehat dan bergizi selama hamil merupakan kebutuhan yang penting untuk si buah hati selama masa kandungan,begitupun pasca melahirkan.

Makanan yang sangat dibutuhkan dan terbaik untuk bayi adalah Air Susu Ibu (ASI) karena memiliki komponen yang bisa mengurangi haus sekaligus mengenyangkan bayi. Komponen tersebut ada dua, yakni foremilk dan hindmilk.

Foremilk adalah ASI yang sifatnya encer yang bisa menghilangkan rasa haus pada bayi. Foremilk kaya akan protein dan laktosa yang baik untuk perkembangan otak bayi. Setelah menyusu selama 15-20 menit, biasanya foremilk akan habis. Saat foremilk habis, maka hindmilk akan keluar. Hindmilk ASI yang sifatnya kental karena mengandung banyak lemak sehingga bayi akan terasa kenyang. Hindmilk inilah yang berperan dalam pertumbuhan dan pertambahan berat badan bayi. Semakin lama dan sering yang menyusu pada ibunya, maka pertumbuhan berat badannya akan naik secara drastis.

Namun masih banyak ibu yang masih keliru dengan pemberian ASI ini, menurut mereka ASI masih kurang bisa untuk mengenyangkan bayi, sehingga mereka mulai memberikan makanan pendamping ASI (MPASI). Tapi alangkah baiknya ibu perlu mengetahui kapan waktu yang tepat untuk memberikan mpasi.

Menurut ahli gizi dr. Diana F. Suganda, M.Kes, SpGK, ada empat syarat untuk memberikan MPASI. Pertama, harus tepat waktu, tidak boleh lebih cepat atau lambat. Menurut World Health Organization (WHO), usia enam bulan dinilai tepat untuk MPASI karena di usia ini usus bayi lebih siap menerima sesuatu yang lebih padat. Selain itu, ASI juga sudah tidak cukup memenuhi kebutuhan gizi anak usia enam bulan sehingga butuh tambahan.

Kedua, MPASI harus bergizi, yakni terdapat karbohidrat, lemak dan protein. Tidak hanya sayur dan buah saja. Bayi butuh energi yang didapat dari karbohidrat dan semua harus lengkap karena bayi membutuhkan gizi seimbang.

Ketiga, harus tepat cara pemberiannya, seperti teksturnya yang disesuaikan. Pada awal MPASI, bayi biasanya diberi bubur susu. Seiring bertambahnya usia, teksturnya semakin kasar hingga anak bisa mengonsumsi makanan yang sama seperti orang dewasa.

Keempat, kebersihan. Saat mempersiapkan MPASI, perhatikan kebersihan alat makan dan bahan makanan yang akan diolah. Jangan sampai terjadi kontaminasi silang karena ada bakteri yang tidak mati.

Selain itu, orangtua juga harus paham mengenai tanda-tanda bayi yang lapar maupun kenyang. Jika bayi sudah menutup mulut, tandanya dia sudah kenyang, jangan salah mengira sebagai gerakan tutup mulut (GTM). Tapi, jangan juga membiarkan anak sampai kelaparan sekali saat diberi MPASI, anak bisa terlanjur cranky dan akhirnya menolak makan.

Tanda bayi lapar yang dapat dikenali adalah dia akan mulai mangap dan terlihat girang. Mulutnya juga sudah mulai berdecap-decap dan sudah merogoh-rogoh mulut.

Sumber : viva.co.id

Tag : apa itu asi, manfaat asi untuk bayi, asi untuk bayi usia 0-6 bulan, apa itu mpasi, kapan waktu bayi menerima mpasi, syarat pemberian mpasi pada bayi, indonewz, indonewz.com

0 komentar:

Posting Komentar

 
close
Kalender Meja 2019