Sabtu, 10 Februari 2018

Waspada PPOK Mengintai Para Perokok

Ilustrasi paru-paru jika menderita PPOK (Gambar by duniaperawat.com)
IndoNewz.com - Salah satu penyakit yang menyerang saluran pernapasan adalah Penyakit Paru Obstruktif Kronis atau dikenal dengan istilah PPOK. Istilah ini digunakan untuk sejumlah penyakit yang menyerang paru-paru dalam jangka panjang. Penyakit ini akan menghalangi aliran udara dari dalam paru-paru sehingga penderita akan kesulitan untuk bernafas.

PPOK umumnya merupakan kombinasi dari dua penyakit pernapasan, yaitu bronkitis kronis dan emfisema. Bronkitis adalah infeksi pada saluran udara menuju paru-paru yang menyebabkan pembengkakan dinding bronkus dan produksi cairan di saluran udara berlebihan. Sedangkan emfisema adalah kondisi rusaknya kantung-kantung udara pada paru-paru yang terjadi secara bertahap. Kantung udara tersebut akan menggelembung dan mengempis seiring kita menarik dan menghembuskan napas. Kelenturan kantung udara akan menurun jika seseorang mengidap emfisema, akibatnya jumlah udara yang masuk akan menurun.

Menurut para dokter, penyebab utama dari PPOK di Indonesia adalah rokok, khususnya perokok aktif. Gejala yang ditimbulkan biasanya adalah sesak napas ringan namun rutin, pernapasan yang tidak kuat untuk aktifitas berat seperti berlari atau bahkan hanya naik tangga, serta batuk berdahak yang tidak kunjung sembuh.

Sayangnya penderita PPOK tidak menyadari kalau mereka menderita penyakit ini. Selain rokok, yang menjadi penyebab PPOK adalah polusi udara, seperti asap kendaraan, debu, dan bahan kimia. Faktor keturunan juga bisa menjadi penyebab seseorang terkena penyakit ini, jika ada anggota keluarga yang menderita penyakit ini. Gejala PPOK umumnya muncul pada seseorang ketika berusia 35 - 40 tahun.

Sampai saat ini, belum ada obat yang mempu untuk menyembuhkan PPOK. Sedangkan pengobatan yang dilakukan kepada penderita hanya bertujuan untuk meringankan gejala dan menghambat perkembangan penyakit itu.

Langkah-langkah pengobatan yang bisa dilakukan terhadap penderita PPOK meliputi berhenti merokok atau menjauhi asap rokok, menggunakan obat-obatan sesuai resep dokter, terapi untuk paru-paru, serta program rehabilitasi paru-paru.

Sumber : alodokter.com

Tag : ppok, apa itu ppok, penyebab ppok, cara mencegah ppok, cara penanganan ppok, gejala ppok, pengobatan ppok, indonewz, indonewz.com

0 komentar:

Posting Komentar

 
close
Kalender Meja 2019