Kamis, 01 Februari 2018

Waspada Virus Kawasaki, Gejalanya Mirip DBD dan Campak

Contoh gejala virus Kawasaki (Gambar by reportasenews.com)
IndoNewz.com - Jika kita mendengar kata Kawasaki, sebagian besar orang langsung mengarah kepada sepeda motor. Namun pada artikel kali ini, Kawasaki yang dimaksud adalah sejenis virus yang menyerang anak-anak berusia dibawah 5 tahun. Walaupun tidak menutup kemungkinan virus Kawasaki ini bisa menyerang anak diatas usia 5 tahun.

Baru-baru ini seorang bayi berusia delapan bulan di Kota Surabaya terjangkit virus Kawasaki ini. Beruntung nyawa bayi ini bisa tertolong karena deteksi yang tepat dan penanganan yang baik oleh tim dokter.

Dr Agus Harianto SpA (K), dokter spesialis anak, asal RSUD dr Soetomo Surabaya, mengatakan bahwa obat utama penangkal virus Kawasaki ini yakni Immune Globulin Injection, jenis Gamunex. Harganya pun super mahal, yakni Rp 9,5 jt untuk 50 ml atau satu botolnya.

Pemakaian obat ini sama dengan infus. Namun, takaran untuk tiap anak berbeda-beda, bergantung berat badan. Semakin berat badan anak tersebut, semakin banyak juga pemakaian obat ini. Setiap botol atau isi 50 mili akan habis dalam waktu sekitar 4 jam.

Ia juga menambahkan, setelah pemberian obat itu, masa pemulihan anak berlangsung selama 1-2 bulan. Selain itu, pemberian obat aspilet atau obat pengencer darah untuk mencegah terjadinya serangan jantung, dikonsumsi sehari sekali selama 6 minggu.

Sedangkan, untuk pemberian vaksinasi campak akan dijadwalkan mundur, atau hingga 11 bulan ke depan.

Kawasaki Disease sendiri merupakan jenis penyakit yang sangat rentan menyerang tubuh anak. Penyakit ini pertama kali ditemukan oleh Prof. Tomisaku Kawasaki asal Jepang.

Gejala utama dari penyakit kawasaki ini adalah panas tinggi pada tubuh anak yang tidak stabil selama lima hari (sekurang-kurangnya), kedua mata berubah menjadi merah begitu pula pada keadaan warna bibir, lidah (strawberry tongue), dan mulut. Ditemukan pula bercak kemerahan pada kulit bagian kaki tangan bahkan hingga membengkak. Selain gejala tersebut adanya pembengkakan terhadap kelenjar leher (kelenjar getah bening).

Jika gejala virus Kawasaki tidak segera ditangani langsung, dikhawatirkan bisa menyebabkan komplikasi pada jantung. Apabila virus ini tidak segera diobati, akan mengakibatkan peradangan pada pembuluh darah sehingga mengubah pola normal detak jantung bahkan fungsi abnormal pada katup jantung.

Gejala yang terjadi pada penderita virus Kawasaki hampir mirip dengan Demam Berdarah. Jika dokter yang melakukan diagnosis virus ini tidak mengetahuinya, pasti mereka akan beranggapan bahwa pasien terserang demam berdarah atau campak. Diketahui bahwa virus Kawasaki ini tidak menular. Meski tidak menular, namun orang tua tetap harus waspada karena penyakit ini tergolong langka.

Sumber : regional.liputan6.com

Tag : virus kawasaki, apa itu virus kawasaki, cara pengobatan virus kawasaki, gejala virus kawasaki, indonewz, indonewz.com

0 komentar:

Posting Komentar

 
close
Kalender Meja 2019